Tektok Gunung Gede lewat Surya Kencana

Tektok adalah kata yang lumrah digunakan untuk orang-orang yang melakukan pendakian naik – turun gunung dalam waktu 1 hari. Biasa perlengkapan yang dibawa juga sangat ringan karena tidak bawa perlengkapan camping pada umumnya (tenda, flysheet, logistik, alat masak/makan dll).

Seminggu setelah gw naik gunung Gede sama temen2 HFD, muncul ajakan dari Hombing, lae CC (Canisius College) ku 1 ini untuk melakukan pendakian. Tapi ajakan kali ini adalah melakukan pendakian tektok, dimana kita rencana buat jalan waktu Lebaran Haji tahun 2017 (31 Agustus 2017). Penasaran kuat ngga melakukan tektok Gn Gede, mulailah kita merencanakan pendakian kilat ini. Berhubung pendakian Gn Gede harus dilakukan dengan melakukan pendaftaran slot secara online dan pada tanggal tersebut tidak ada slot, mulailah kita minta bantuan petugas TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango) untuk memudahkan he..he…he

Dengan jadwal pendakian hari Jumat, Hombing nginep di rumah gw hari Kamis. Kita jalan dari rumah gw (daerah Tebet) ke Gunung Gede dari jam 3.30 pagi. Pendakian pun dimulai jam 08.15. Untuk pendakian kali ini, kita menggunakan jalur tektok Gunung Putri (pulang dan pergi).

hombing.jpg
Absen foto sebelum mulai perjalanan. Orangnya yang tengah yak, bukan yang kiri
siapsiappakesepatu
Jangan lupa cek perlengkapan, pemanasan, dan iket tali sepatu

Untuk pendakian ini, kita cuman bawa 1 tas yang udah masuk:

  • Senter
  • 2 nasi bungkus untuk makan siang
  • 5 beng beng
  • 5 madu rasa (sumpah ini cemilannya kurang banget)
  • Air 1.5liter x 2
  • Kamera
  • Baju gantinya Hombing
pendakilain
Tipe sepatu yang sebaiknya dipakai waktu naik gunung: Hiking/Trail Shoes
sepatuhombing
Malah pake boots fashion si Hombing, jatoh2 lah dia alamak

Pendakian pun dimulai dengan tempo yang menurut gw pun udah lumayan cepat. Berikut catatan waktu kita naik dengan jalan rada cepat:

  • Start 08.15
  • Pos 1 – Papan selamat datang 08.43 (28 menit)
  • Simpang Maleber 11.10 (2 jam 27 menit)
  • Surya Kencana 11.53 (43 menit)

Keliatannya sih cepat ya..tapi insiden mulai terjadi dekat dekat pos Simpang Maleber. Kaki nya si lae 1 ini (Hombing) ketarik 4x di 4 bagian yang berbeda. Takut kejadian apa-apa, target kita pokoknya sampe di Surya Kencana dulu deh terus makan siang. Begitu kita sampai di Surya Kencana dan lihat-lihat stock logistik, percakapan berikut terjadi:

Hombing: “Gus ini air kita cukup?” — kondisi air tinggal setengah botol aqua 1.5l
Gw: “Cukup cukup..itu di puncak ada yang jualan harusnya”
Hombing: “Yaudah makan dulu dahh”

Setelah kita makan siang dan kaki Hombing terkilir, gw niatnya untuk ke atas buru2 -> beli air -> turun lagi. Tapi waktu mau naik, seketika ada orang turun dari atas.

Gw: “Bang, di atas ada yang jualan gak?”
Abang2 Pendaki: “Kagak ada bang, kosong. Tadi jg kita doang yang turun”

Jleger, gw baru inget kalo ini lagi Lebaran Haji, jadi sepi. Seketika gempa mengguncang lidah. Ikan tongkol yang jadi makan siang mulai kerasa tingkat kegurihannya, kemanisannya, keasamannya, bumbu-bumbu cabai yang menggumpal menjadi 1, minyak yang meresap. Lidah menjadi sangat sensitif.

Abang2 Pendaki: “Bang, isi air disitu aja (nunjuk sumber air) kalo logistik abis. Bisa langsung minum kok.”

Ternyata bisa isi air di sini hehehe, lokasinya sedikit susah kalo digambarkan. Pokoknya kalo liat tiang penunjuk arah yang udah deket tempat nanjak ke Puncak belok kanan, sumber air ada di sebelah kiri.

tempatambilair
Begitu lihat genangan air, jangan diciduk. Bukan yang itu sumber airnya. Majuan dikit biar nemu air mengalir yang ini

Setelah itu, kita memutuskan untuk foto-foto aja. Rencana tektok puncak pun gagal karena risiko kesehatan lebih penting daripada mencapai puncak. Setelah kita makan dan foto-foto, waktu juga udah menunjukkan jam 13.00 atau 14.00. Kalo muncak bakal turun gelap dan kita menghindari itu.

Setelah puas foto-foto kita pun beranjak meninggalkan Surya Kencana. Waktu udah mau mulai masuk hutan lagi, ada 2 tourist wanita lagi asik selfie. Ngeliat ada pendaki yang minta selfie sama 2 tourist ini, gw pun ga mau kalah. Akhirnya gw jg minta selfie dengan sok bego dan kita pun kenalan ber4 =))

alyssa
Gw, Alyssa, Temennya Alyssa, Hombing

Ternyata Alyssa dan temennya adalah tourist dari Malaysia. Well, technically bukan tourist karena mereka waktu itu kerja di sini. Alyssa nanti jg bakal muncul lagi di blog ini, tapi di gunung lain. Jadi buat yang kepo dan ga sabar, tunggu post berikutnya aja ya 🙂

Waktu turun kita ngebooooooootttt, takut gelap. Eh begitu sampe mobil, kaki kejang kejang bro. Waktu turun sih ga ada yang spesial yak..begitu begitu aja. Tapi waktu nyetir balik kita ketiduran di SPBU Cisarua yang ada pom bensin. Ngantuk banget gak kuat. Ketiduran dari jam 20.00 sampe 01.00 besok nya. Bangun-bangun, kaki jeramnya minta ampuuun. Yak, setelah itu kita nyetir balik ke Jakarta.

Kategori Gede Pangrango

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Email herwian@gmail.com Jam I will help you ASAP. Just drop me an e-mail :)
%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close