Puncak Pribadi Kami – Gunung Sindoro

“Gak mungkin ini pendakian sebagus ini”
“Jangan sotoy jir, lagi di gunung. Nanti kenapa2 lagi turunnya”
“Ude nikmatin aje bang. Ga usah dipikirin banget”


Dari Bakmi Congsim Mangga Besar, gw dan beberapa Canisian 2012 mulai ngomongin rencana fix pendakian gunung. Layaknya wacana naik gunung yang cuman biasa kejadian 1 dari 10 wacana – kita namain pendakian ini Mie Rebus – Mikirin Rencana Busuk. Pasukan pun sudah siap: Ian – Adit – Samuel – Jay – Maurice.

Hari H pun tiba. Gw ber4 kecuali Adit kumpul di terminal Pulo Gebang on time. Jadwal keberangkatan bus jam 18.00. Adit, masih di Buaran jam 17.50. Oke, kemungkinan batal just increased dramatically to 50%. Beruntung layaknya bus Indo, ngaret 30 menit adalah sebuah ekspektasi – dan Adit tiba (hampir) tepat waktu. Perjalanan pun kita mulai! AKHIRNYA NO SEPIK!

Omprengan
Ian – Jay – Adit (belakang) – Maurice

Perjalanan ~11 jam kita tempuh lewat jalur darat dengan 1 jam berhenti untuk istirahat dan makan. Singkat cerita, kita sampe di Terminal Bus Wonosobo jam 5 subuh dan langsung naik omprengan seharga 15 ribu ke Basecamp Gunung Sindoro.

Bus Pahala Kencana
Omprengan – ambilnya blur karena masih gelap dan lagi lari lari.

Dari terminal, kita naik omprengan kurang lebih 20 menit. Mendadak, sopir dan keneknya bilang SINDORO SINDORO – TEK TOK TEK TOK (bunyi koin ke kaca) SINDORO SINDORO. “BANG TURUN BANG!” Begitu turun, kita langsung kaget. Ini udah sampe basecamp?!

Akses ke basecampnya gampang banget!! Cuman naik 1 omprengan dari Terminal Wonosobo – bayarnya ga mahal (15 ribu aja) udah sampe?! Gak kayak gunung-gunung di Jawa Bar*t yang banyak pungli nya =))

 

Pengurusan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) pun terbilang mudah. Cuman perlu bayar 15 ribu, kita udah dapet bukti resmi, jalur mini map dalam bentuk kertas, dan jasa gratis penitipan barang.

Pendakian Gunung Sindoro sendiri terbagi ke 5 pos dengan detail berikut:

  • Pos 1 (1629 mdpl)
  • Pos 2 (1980 mdpl)
  • Pos 3 (2315 mdpl)
  • Pos 4 (2838 mdpl)
  • Pos 5 / puncak (3153 mdpl)

 

Di sini juga ada jasa ojek yang nganterin kita dari basecamp ke pos 1 lewat setengah dengan biaya 25 ribu. Biayanya ini udah fix tergantung tanggal berapa aja. Jadi jangan dinego lagi ya, wahai netijen terhormat. Bapak2 ni juga butuh uang.

startpendakian
Team Mie Rebus akhirnya mulai mendaki! Samuel yang pegang kamera

Dengan alasan penghematan, kita memilih jalan kaki (2 jam) dibanding keluar 25 ribu (10 menit naik motor). Begitu kita mulai pendakian, ada bapak2 nunjuk2 ke belakang. Eeeh ternyata, ada yang lagi batuk2.

merapi batuk
Gunung Merapi lagi batuk

Dengan kesadaran penuh, kalo Sindoro juga merupakan gunung volkano aktif, kita tetap lanjutkan pendakian. Berharap hal yang sama ga kejadian di Sindoro.

mirebus di pos2
Mie Rebus di Pos 2

Pendakian ke pos 2 kita tempuh kurang lebih 3 jam. Ini dia sisi positifnya kalo kita naik di bulan puasa. Sepi nya bukan main! Selama pendakian kita cuman bareng sama 1 grup lainnya. Jadi berasa, kalo gunung itu milik kita. Tambah 1-2 jam lagi, akhirnya kita sampai di pos 3.

Berbekal informasi kalo Gunung Sindoro banyak babi hutan, kita putuskan untuk ngecamp di Sunrise Camp (yang notabene babi hutannya lebih sedikit). Jadi di Gunung Sindoro ada 2 campsite yaitu: Pos 3 atau Sunrise Camp. Jarak dari 2 camp site ini cuman 10 menit.

sunrise camp sepi
Total cuman ada 3 team yang naik gunung Sindoro hari itu

Sunrise Camp berada di ketinggian 2423 mdpl. Dari sini kita udah bisa ngeliat view yang cantik. But first things first – diriin tenda.Sst, di sini juga ada spot foto keren loh! :p

spot sunrise camp
Ga perlu sampai puncak untuk dapet view keren di Gunung Sindoro

Berhubung spot foto ini lumayan keren, kita ber5 akhirnya foto sendiri sendiri. Sampai…..

sendalsamueljatoh
Sampai ada sendal jatoh demi foto model begini

 

Setelah puas foto2, gw tidur siang. Waktunya istirahatin badan untuk persiapan summit attack subuh nanti.

sunset ajaib
Sayangnya, sunset secantik ini kejadian sewaktu gw tidur. Hiks ~

Bangun tidur ku terus ma….sak. Yak masak. Memegang teguh prinsip “Naik gunung jangan makan ga enak” – kita masak Soto Ayam feat Bakso, Nasi Goreng, dan Bacon untuk makan malam. Mevvah? Jelas. Waktunya melawan arus bahwa naik gunung itu harus cuman berbekal Mie Instan.

Begitu kelar makan, kita keluar untuk nikmatin pemandangan Sumbing – Merbabu – Merapi dari kejauhan. Merapi yang tadi pagi batuk, kambuh lagi malemnya. Asap mulai ngebul dari kejauhan. Perlu dituangin OBH kayaknya tuh gunung dari langit biar kagak sakit lagi.

gerhana bulan
Gerhana bulan yang terjepit di antara Sumbing dan Merapi

Then, something good happened. Gerhana bulan mulai muncul dari kejauhan. Gw coba ambil foto – gagal. Blur, jelek, ga jelas. Kemudian gw nyerah dan berpikir bahwa this is one of those moments. Moments where we want to be present only for ourselves. To live in the now and throw away thought to reserve this photo for others to see. To store this moment in our mind through and hold it privately.

Jadi kita semua yang mendaki Gunung Sindoro berdiri di situ. Total hanya 6 – 10 orang. Memandang dalam kebisuan. Ngeliat gerhana bulan yang merah besar, naik perlahan lahan – jadi bulan biasa yang berwarna putih. Sampai tiba-tiba ada bintang jatuh turun di atas Gunung Sumbing. Di saat itu juga, gw ngomong:

“Gak mungkin ini pendakian sebagus ini” – Ian
“Jangan sotoy jir, lagi di gunung. Nanti kenapa2 lagi turunnya” – Samuel
“Ude nikmatin aje bang. Ga usah dipikirin banget” – Adit

Setelah itu, kita istirahat. Persiapan untuk summit attack. Rencana bangun jam 3 pagi dengan estimasi summit 2 jam dari Sunrise Camp. Kita pun istirahat dan kemudian…..


 

Ketika sarung tangan gak ada, kaus kaki pun jadi. Oke sip Rice!

Summit attack kita tempuh. Dari 3 team, Mie Rebus memimpin paling depan. Jadi kita naik tanpa ada orang lain di depan kita dan 2 team yang lainnya beda sekitar 30 menit – 1 jam dari kita. Di sini waktunya untuk ga egois dan ngelakuin teamwork. Istirahat ketika diperluin dan jaga pace. Karena kalo kita terlalu lama, badan bakal tambah dingin dan summit attack bakal lebih berat.

 

Rute terakhir untuk mencapai summit treknya udah batu semua. Kalo bisa dibandingin, mirip sama Gunung Slamet dan Ciremai. Vegetasi udah mulai habis ketika mendekati puncak.

ian-sunrise
Waktunya memanfaatkan golden hour waktu summit attack
jay
Jay’s tribute for Sindoro as his first mountain

Dari posisi kita foto, puncak udah dekat banget. Kalo perhatiin baik baik, ada bendera Merah Putih di foto Jay. Itu dia puncaknya. Last push, kita langkahkan kaki sambil bau belerang mulai naik. Peraturan di Gunung Sindoro: Gak boleh ada yang di puncak di atas jam 12, karena belerang nya beracun bakal makin tinggi. Sampai akhirnya….

Benderaber3
MIE REBUS DI PUNCAK SINDORO!

 

 

PUNCAK PRIBADI KAMI – GUNUNG SINDORO!

Setelah puas foto-foto kita langsung turun. Makan siang beberes kemah langsung berangkat turun ke basecamp. Belajar dari pengalaman perjalanan ini, kita putuskan untuk naik ojek dari post 1.5 ke basecamp. Perjalanan turun kita tempuh ~4 jam dari puncak sampai basecamp.

sampai dengan selamat
Turun dengan selamat

Gw puas banget sama pendakian Gunung Sindoro. Puncak yang sepi, team yang cukup kompak, pemandangan yang tiada dua, akses yang mudah, pengelola gunung yang terorganisir, dan terakhir cuaca yang sangat sangat bersahabat.

Special thanks to Mie Rebus Team yang udah bikin ini jadi kenyataan di luar wacana media sosial.

Kalo ada yang tanya, pendakian gunung mana yang terbaik sejauh ini, gw bakal jawab: SINDORO. Tapi mungkin karena gw belom coba Rinjani kali ya 😉

 

Kategori Sindoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Email herwian@gmail.com Jam I will help you ASAP. Just drop me an e-mail :)
%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close